TETAP DALAM KONDISI POSITIF

KITA pastinya tidak mengetahui takdirNya apakah Dia akan menjadikan kita sebagai saksi hidup yang berhasil melampaui masa pandemi ini, bersama-sama manusia lainnya yang lulus dari ujian dalam menangani wabah ini sehingga kita mengalami kehidupan yang bergairah kembali, sehat sentosa seperti sediakala. Ataukah Dia memanggil kita di tengah-tengah kondisi yang belum pulih ini, karena tugas kita sudah selesai menunaikan perintahNya, untuk kembali kepadaNya. Wallohu’alam bishshowab.

Satu hal yang bisa lakukan saat ini adalah tetap mempertahankan diri kita dalam kondisi positif yang bisa kita miliki. Seperti apa itu?
Dua teori yang saya dapatkan dari Ilmu Kedokteran dan Ilmu Fisika bisa menjadi sumber rujukan untuk memahami cara mendapatkan kondisi positif diri kita dalam kondisi kehidupan yang tengah ‘sakit’ ini.

Dalam bidang Kedokteran kita mengenal yang namanya hormon Endorphin. Apa itu Endorphin? Endhorpin adalah hormon yang menyehatkan sel-sel tubuh yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary yang letaknya di otak. Ketika sekresi (pengeluaran) endorphin terjadi di kelenjar ini, endorphin akan dibawa oleh darah ke seluruh jaringan tubuh, dan menyehatkan sel-sel tubuh. Tubuh menjadi kuat karena imun tubuh meningkat. Meski diserang oleh berbagai penyakit, tidak mudah jatuh sakit karena selalu memenangkan peperangan melawan penyakit.

Bagaimana caranya untuk menghasilkan hormon endorphin?
Ternyata caranya sangat simpel, yaitu dengan selalu memilih untuk berpikiran positif dalam kondisi apapun. Juga selalu menyikapi segala sesuatu dengan emosi yang positif. Selalu berprasangka baik pada apapun dan kepada siapapun. Bisa? Ya mesti dilatih untuk bisa. Karena kalau tidak demikian, atau melakukan hal sebaliknya, maka yang kita dapatkan justru hormon nor adrenalin yang akan merusak sel-sel tubuh kita, meski dikeluarkan dari kelenjar yang sama.

Lebih jauh lagi, pilihan kita untuk selalu bersikap, berpikir, beremosi dan berperilaku positif, akan mengalirkan gelombang vibrasi positif ke seluruh ruang di jagat raya ini sehingga akan menyehatkan orang-orang di sekitar kita dan lingkungan tempat kita berada, serta akan membentuk sebuah kesadaran kolektif yang positif di antara seluruh penghuninya, termasuk manusia. Seperti itulah penjelasan dari mekanika kuantum sebagai salah satu teori di dalam bidang Fisika. Mekanika kuantum mengajarkan bahwa ruang jagat raya ini terdiri gerombolan kuanta yang sinambung dan tak pernah diam, bergetar dan berfluktuasi terus-menerus antara ada dan tiada, termasuk kita semua di dalamnya. Ruang yang positif adalah ruang yang terbentuk oleh vibrasi-vibrasi positif yang saling bertemu satu dengan lainnya.

Bagaimqna dengan Anda? Pilihannya ada di tangan kita masing-masing.

Selamat menciptakan kondisi positif di dalam diri.

Salam sehat lahir dan batin.

Drs. Ahman Sutardi

Pendidikan: S2 Program Magister Manajemen Universitas Widyatama, Konsentrasi Kewirausahaan, 2018.
Founder of Kawan Abadi, Soft Skill & Management Consultant
No Kontak/wa: 081322712266.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *