TEKNIK ATM (AMATI, TIRU, MODIFIKASI) PADA KETERAMPILAN MENULIS TEKS PROSEDUR

(Oleh : Sri Margawati, M.Pd Guru SMP Negeri 5 Depok)

Pembelajaran bahasa Indonesia meliputi keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Semua materi tersebut dikembangkan ke arah penguasaan bahasa sebagai sarana komunikasi  lisan maupun tulisan. Kemampuan menuangkan ide, gagasan, pikiran, perasaan, dan pengetahuan ke dalam bentuk tulisan menjadi tujuan pembelajaran menulis.

Keterampilan menulis meliputi menulis fiksi dan non fiksi. Salah satu keterampilan menulis non fiksi yang dipelajari pada kelas VII semester I pelajaran bahasa Indonesia adalah keterampilan menulis teks prosedur.

Seperti diamanatkan Kemendikbud (2014:84) menyatakan bahwa teks prosedur merupakan teks yang berisi tujuan dan langkah-langkah yang harus diikuti agar suatu pekerjaan dapat dilakukan. Teks prosedur sering digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari dalam bentuk lisan maupun tulisan. Teks prosedur dapat dijumpai pada buku resep masakan, kemasan makanan atau obat, atau pada pembelian produk barang-barang elektronik.

Struktur  teks  prosedur  ada  empat yakni, tujuan, bahan dan alat,  langkah-langkah,  dan penutup. Sistematika tersebut dikenal sebagai resep. Pada petunjuk yang lebih kompleks misalnya penggunaan alat-alat elektronik atau petunjuk melakukan sesuatu, tidak memerlukan penjelasan alat dan bahan.

Ciri  kebahasaan  teks  prosedur  juga  terbagi  enam  (Kemendikbud,  2014:90),  yaitu :

(1) Antonim  dan  sinonim.  Manaf  (2010:86),  menyatakan  bahwa  antonim  atau  antonimi  adalah hubungan  pertentangan makna  dan  kebalikan makna  kata  yang satu  dengan  makna  kata  yang lain  yang  memiliki  perbedaan  tingkat.  Cruse  (dalam  Manaf,  2010:80)  menyatakan  bahwa sinonim  adalah  pasangan  atau  kelompok  butir  leksikal  yang  mengandung  kemiripan  makna antara yang satu dengan yang lain.

(2) Kata bilangan (numeralia), yaitu kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya wujud (orang, binatang atau barang) dan konsep.

(3) Kalimat perintah (imperatif), yaitu kalimat yang mengandung intonasi imperatif dan pada umumnya mengandung makna perintah atau larangan. Ciri-ciri kalimat perintah adalah menggunakan partikel  –lah dan –kan,  serta  berpola  inversi  (PS). 

(4)  Penggunaan  bentuk  pasif  (untuk  proses).  Jika  kita  ingin berbicara  tentang  proses,  instruksi  atau  panduan  dapat  diberikan  dalam  bentuk  pasif. 

(5) Penggunaan kriteria/batasan. Kalimat pada teks prosedur harus rinci dan jelas batasannya.

(6) Kata  keterangan  (adverbia),  yaitu  kelas  kata  yang  memberikan  keterangan  kepada  kata  lain,

seperti kata kerja (verba) atau kata sifat (adjektiva). Adverbia yang banyak digunakan pada teks prosedur adalah keterangan cara, alat, dan tujuan.

Dari hasil pengamatan pembelajaran teks prosedur di SMP Negeri 5 Depok pada siswa kelas VII masih menemui kendala pada struktur teks dan unsur kebahasaan teks prosedur.

Melalui teknik Amati, Tiru dan Modifikasi (ATM) diterapkan kepada peserta didik agar mampu membuat teks prosedur sesuai dengan struktur teks dan unsur kebahasaannya.

  • Langkah pertama guru memberikan contoh teks prosedur cara membuat sesuatu sebagai master, sambil menganalisis bagian-bagiannya.
  • Langkah kedua, peserta didik berlatih menentukan prosedur yang ingin ditulis.
  • Langkah ketiga, menentukan judul.
  • Langkah keempat, berlatih menuliskan tujuan.
  • Langkah kelima, menulis alat dan bahan yang diperlukan pada pembuatan sesuatu, sekaligus memahami unsur kebahasaan yang ada, misalnya batasan atau ukuran.
  • Langkah keenam, menulis langkah-langkah membuat sesuatu sesuai prosedur  dengan memperhatikan unsur kebahasaan, misalnya kalimat perintah, kalimat saran, kalimat larangan, dll.
  • Langkah ketujuh, menulis penutup teks prosedur.

Melalui teknik ATM terbukti dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menulis teks prosedur. (Depok, 2020)

Sri Margawati
Sri Margawati

Guru SMP Negeri 5 Depok

2 Komentar

  1. Semangat literasi semoga membumi
    Salam hormat dari Sugiarti Depok

  2. Terima kasih atas ilmunya, bermanfaat sekali

  3. Tulisan yang bagus. Sangat bermanfaat. Terima kasih, Teh Sri Margawati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *